Mengenal Sejarah Hari Sahabat Sedunia yang Ditetapkan PBB Pada 2011

Mengenal Sejarah Hari Sahabat Sedunia yang Ditetapkan PBB Pada 2011
Ilustrasi Berkumpul Dengan Sahabat.

JAKARTA - Masyarakat di berbagai penjuru dunia memperingati Hari Sahabat Sedunia atau International Day of Friendship setiap tanggal 30 Juli. Peringatan ini menjadi momen berharga untuk mengingatkan pentingnya persahabatan sebagai jembatan pembangun solidaritas, rasa saling memahami, serta perdamaian.

Di tengah rutinitas yang makin padat dan serba digital, peringatan ini menjadi kesempatan tepat untuk mengapresiasi kehadiran teman-teman yang senantiasa memberikan dukungan dalam keadaan suka maupun duka.

Gagasan mengenai peringatan ini bersumber dari keyakinan bahwa jalinan persahabatan mampu mempererat hubungan antarmanusia, lintas budaya, hingga antarbangsa.

Berdasarkan penjelasan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), persahabatan antarindividu, komunitas, maupun negara dapat memicu semangat perdamaian sekaligus membangun jembatan antar kelompok masyarakat. PBB menilai sikap saling menghargai, pemahaman atas perbedaan, dan kerja sama merupakan landasan utama dalam menciptakan dunia yang aman.

Hari Sahabat Sedunia secara resmi ditetapkan melalui Resolusi Majelis Umum PBB Nomor A/RES/65/275 pada 27 April 2011. Lewat keputusan tersebut, Majelis Umum PBB menetapkan tanggal 30 Juli sebagai agenda peringatan tahunan International Day of Friendship.

PBB mengimbau seluruh negara anggota, organisasi internasional, lembaga pendidikan, hingga masyarakat umum untuk memeriahkan peringatan ini dengan aktivitas yang mendukung dialog, rekonsiliasi, toleransi, serta budaya damai. Langkah ini selaras dengan misi PBB dalam mewujudkan masyarakat yang inklusif di tengah keragaman latar belakang.

Bagi banyak orang, sahabat merupakan sosok pemberi dukungan emosional, teman berbagi kisah, hingga penopang saat menghadapi masa sulit. Namun, makna peringatan ini tidak sebatas pada hubungan pribadi semata.

PBB menilai persahabatan dapat menekan tingkat prasangka, mempererat toleransi antarbudaya, dan mendorong penyelesaian konflik lewat dialog serta kepercayaan. Oleh sebab itu, peringatan ini mengajak publik membangun interaksi berlandaskan empati, tenggang rasa, serta rasa hormat.

Tidak ada aturan baku dalam merayakan peringatan ini. Hal terpenting adalah menunjukkan apresiasi kepada figur-figur berharga dalam hidup.

Beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan meliputi:

Mengirimkan pesan atau ucapan terima kasih kepada sahabat.

Meluangkan waktu untuk berjumpa langsung maupun melalui panggilan video.

Mengunggah foto serta kenangan bersama di platform media sosial.

Memberikan hadiah sederhana sebagai bentuk kepedulian.

Membuka kembali komunikasi dengan teman lama yang sudah jarang disapa.

Peringatan ini menjadi pengingat bahwa hubungan tulus membawa dampak positif bagi kehidupan pribadi maupun masyarakat luas. Dengan merawat persahabatan, setiap orang berpartisipasi menciptakan lingkungan yang harmonis, penuh empati, serta saling menghormati.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index