Prosedur Breast Lifting Jadi Solusi Atasi Payudara Kendur Usai Menyusui

Prosedur Breast Lifting Jadi Solusi Atasi Payudara Kendur Usai Menyusui
Ilustrasi Breast Lifting.

JAKARTA - Pergeseran bentuk payudara sesudah melewati masa kehamilan serta menyusui merupakan hal lazim bagi perempuan. Kendati tergolong proses alamiah, tidak sedikit wanita yang merasa performa fisik ini menurunkan tingkat rasa percaya diri mereka. Alhasil, tindakan medis breast lifting atau mastopeksi sering dijadikan opsi demi menaikkan dan membenahi struktur payudara.

Dokter Spesialis Bedah Plastik dan Rekonstruksi Estetika Mayapada Hospital Jakarta Selatan dan Surabaya, dr Beta Subakti Nata Atmadja, SpBPRE, Subsp EL(K), memaparkan bahwa breast lifting merupakan metode medis guna mengangkat sekaligus merapikan kembali payudara yang kendur agar letaknya lebih tinggi dan seimbang pada dada.

Menurut Dokter Spesialis Bedah Plastik dan Rekonstruksi Estetika Mayapada Hospital Jakarta Selatan dan Surabaya, dr Beta Subakti Nata Atmadja, SpBPRE, Subsp EL(K), dorongan mengambil tindakan breast lifting umumnya bermula dari perubahan fisik yang dinilai mengganggu, seperti penurunan posisi payudara, berkurangnya kekencangan, hingga letak puting yang kian merendah.

“Pada dasarnya, breast lifting bertujuan mengembalikan bentuk payudara agar tampak lebih proporsional tanpa mengubah ukurannya,” ujar dr Beta, Jumat (31/7/2026).

Praktisi medis alumnus Universitas Airlangga yang sempat mendalami fellowship di Seoul National University-Bundang Hospital, Korea Selatan tersebut menerangkan, skema breast lifting dilakukan melalui pembenahan jaringan payudara beserta penyesuaian letak puting supaya tampak serasi.

“Teknik dan jenis sayatan akan disesuaikan dengan kondisi setiap pasien. Jika diperlukan, prosedur ini dapat dikombinasikan dengan breast augmentation untuk menambah volume payudara sesuai hasil evaluasi,” jelas dr Beta.

Dokter Spesialis Bedah Plastik tersebut turut memiliki rekam jejak dalam menangani tindakan breast augmentation, pengecilan payudara atau breast reduction, serta beraneka tindakan bedah estetika lain layaknya blepharoplasty, abdominoplasty, face lift, sampai rhinoplasty.

Sebelum menetapkan pilihan untuk operasi, pasien dianjurkan berdiskusi secara mendalam bersama tim medis demi memastikan relevansi tindakan terhadap tubuh sekaligus memahami untung rugi serta risikonya.

Mengenai momen paling pas untuk menjalani operasi ini, dr Beta menyebutkan bahwa langkah tersebut idealnya dieksekusi sewaktu fase menyusui telah usai dan kondisi payudara tidak lagi berubah. Kepastian ini krusial agar pemeriksaan bentuk serta volume awal dapat diukur secara presisi sebelum tindakan dilakukan.

“Jika masih berencana hamil dalam waktu dekat, sebaiknya diskusikan terlebih dahulu dengan dokter karena kehamilan berikutnya dapat kembali memengaruhi bentuk payudara,” ungkap dr Beta, yang masih aktif menjadi pembicara dalam berbagai kongres kedokteran di Korea Selatan.

Pelaksanaan bedah plastik estetika maupun rekonstruksi menuntut sokongan sarana kesehatan yang canggih demi menekan potensi risiko selama pembedahan berlangsung.

Aesthetic Center Mayapada Hospital menyediakan fasilitas penanganan breast lifting secara menyeluruh, mencakup tahapan konsultasi awal, proses bedah, hingga pemulihan pascaoperasi. Pemeliharaan ini didukung perlengkapan bedah mutakhir berstandar global berdasarkan akreditasi Joint Commission International (JCI) yang memprioritaskan keamanan pasien.

Di samping breast lifting, Aesthetic Center Mayapada Hospital turut menawarkan serangkaian perawatan estetika tubuh atau mommy makeover, mencakup tummy tuck, breast augmentation, rib cartilage rhinoplasty, blepharoplasty, hingga buccal fat removal. Seluruh prosedur medis dirancang khusus mengikuti keperluan tiap pasien.

Akses pendaftaran konsultasi dengan dokter spesialis bedah plastik rekonstruksi dan estetika di Aesthetic Center Mayapada Hospital dapat dilakukan melalui call center 150770, pesan WhatsApp 0817-17-150770, maupun lewat aplikasi MyCare.

Rincian edukasi tambahan seputar penanganan medis Mayapada Hospital dapat disimak melalui menu Health Articles & Tips pada platform MyCare. Aplikasi tersebut juga memuat fitur Personal Health yang tersinkronisasi dengan Google Fit serta Health Access guna memantau denyut jantung, aktivitas langkah, pembakaran kalori, hingga indeks massa tubuh (BMI).

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index