JAKARTA - Vitamin C merupakan salah satu nutrisi penting yang dibutuhkan tubuh untuk menjaga daya tahan, membantu pembentukan kolagen, hingga mempercepat penyembuhan luka.
Karena tubuh tidak dapat memproduksi maupun menyimpannya dalam jumlah besar, asupan vitamin C perlu dipenuhi setiap hari melalui makanan atau suplemen bila diperlukan.
Apabila kebutuhan vitamin C tidak terpenuhi, tubuh dapat memberikan sejumlah tanda. Terdapat delapan gejala yang dapat mengindikasikan kadar vitamin C mulai menurun.
Pertama, mudah terserang flu atau infeksi. Tubuh menjadi lebih mudah terserang flu, batuk, atau infeksi ringan karena vitamin C berperan mendukung kerja sel-sel sistem imun.
”Setiap sel dan jaringan dalam tubuh membutuhkan nutrisi ini agar dapat berfungsi dan memperbaiki diri dengan baik,” kata apoteker sekaligus Co-Founder Victoria Health, Shabir Daya.
Kedua, kulit menjadi kering dan kasar. Nutrisi ini membantu pembentukan kolagen sekaligus meningkatkan produksi ceramide yang menjaga kelembapan kulit.
Ketiga, mudah lelah dan suasana hati menurun. Kekurangan vitamin C mengganggu pembentukan norepinefrin yang memengaruhi energi tubuh.
"Vitamin C diperlukan untuk memproduksi norepinefrin, neurotransmiter yang memengaruhi suasana hati dan kemampuan kami merasa berenergi," ujar Daya.
Keempat, kadar zat besi rendah. Rendahnya Vitamin C dapat memperburuk risiko anemia defisiensi besi yang ditandai dengan tubuh lemas.
"Vitamin C membantu meningkatkan penyerapan zat besi," jelas ahli gizi Rhian Stephenson.
Kelima, rambut rapuh dan mudah patah. Selain berperan dalam pembentukan kolagen, vitamin C membantu penyerapan zat besi yang penting untuk menjaga pertumbuhan rambut.
Keenam, luka lebih lama sembuh. Hal itu berkaitan dengan rendahnya produksi kolagen akibat kurangnya vitamin C.
"Vitamin C tidak hanya memperbaiki struktur kulit, tetapi juga membantu proses perbaikannya,” ungkap Daya.
Ketujuh, gusi mudah berdarah saat menyikat gigi. Kadar vitamin C yang rendah berkaitan dengan meningkatnya risiko perdarahan gusi.
Kedelapan, rambut tubuh tumbuh melengkung seperti spiral. Kondisi ini terjadi akibat gangguan pembentukan kolagen pada folikel rambut.