JAKARTA - Salt bread tengah menjadi salah satu varian roti yang amat populer di Indonesia. Roti khas Korea ini mudah dijumpai di berbagai gerai toko roti dan kafe, menawarkan cita rasa gurih yang sukses membuat banyak orang ketagihan.
Roti ini mengandalkan adonan tipis yang diolesi mentega, digulung menyerupai croissant, lalu diberi taburan garam kasar di atasnya. Saat dipanggang, lelehan mentega membuat bagian bawah roti menjadi renyah sementara bagian dalamnya tetap lembut dan kenyal.
Meski bernama salt bread, rasanya tidak semata-mata asin. Gurihnya mentega berpadu pas dengan sedikit sentuhan manis dari adonan sehingga menghasilkan rasa yang sangat seimbang.
Di negara asalnya, Korea Selatan, roti ini kerap dikreasikan dengan aneka isian mulai dari pasta kacang merah, cokelat, keju, hingga cream cheese.
Walau identik dengan Korea Selatan, salt bread sejatinya diyakini pertama kali diciptakan di toko roti Jepang bernama Pain Maison sebelum akhirnya melonjak populer di Korea Selatan sebagai konsumsi harian.
Secara karakteristik, salt bread menggabungkan keandalan renyahnya baguette, kelembutan roti gulung, serta kaya aroma mentega khas croissant.
Kunci utama kelezatan salt bread terletak pada penggunaan mentega berkualitas tinggi dengan kadar lemak mencapai 80 persen atau lebih guna menghasilkan tekstur yang sempurna.
Chef Kang Min Ki menjelaskan bahwa penggunaan full dairy butter menjadi aspek krusial dalam proses pembuatan roti gurih ini.
"Salt bread itu sangat ketergantungan dengan butter. Jadi butternya harus pakai full dairy," ujar Min Ki.
Ia menambahkan bahwa penggunaan compound butter atau blend butter kurang disarankan karena dapat merusak kelezatan rasa akhirnya.
"Butter itu kurang rekomendasi karena rasanya akan enggak begitu enak. Jadi seharusnya pakai butter full dairy," katanya.
Salt bread sangat nikmat disantap langsung, dipadukan dengan secangkir kopi, disajikan manis bersama krim, maupun diolah menjadi sandwich gurih.