Langkah Penting Menjaga Kesehatan Mata Setelah Memasuki Usia 50 Tahun

Selasa, 18 Agustus 2026 | 05:12:31 WIB
Ilustrasi lansia menggunakan kacamata.

JAKARTA - Merasa masih memiliki penglihatan yang jelas ternyata tidak menjamin kondisi mata sepenuhnya bebas dari masalah. Sejumlah penyakit mata serius seperti glaukoma dan degenerasi makula justru dapat berkembang secara diam-diam tanpa gejala yang nyata pada tahap awal, terutama setelah seseorang memasuki usia 50 tahun.

Oleh karena itu, terdapat tujuh hal penting yang perlu dipahami dan dilakukan usai berusia 50 tahun demi menjaga kesehatan mata.

Pemeriksaan Mata Secara Berkala

Dokter spesialis mata Karen Allison menjelaskan bahwa beberapa gangguan mata dapat berkembang tanpa menimbulkan perubahan penglihatan yang mencolok pada fase awal.

"Banyak kondisi mata serius, seperti glaukoma, degenerasi makula terkait usia (AMD), dan retinopati diabetik, berkembang secara diam-diam tanpa memengaruhi penglihatan pada tahap awal," jelas dr. Karen kepada Woman's World.

Dr. Karen menyarankan agar pemeriksaan mata secara menyeluruh dilakukan setiap satu hingga dua tahun sekali.

Bagi individu yang memiliki faktor risiko seperti penyakit diabetes, hipertensi, riwayat keluarga glaukoma, atau pernah menjalani operasi mata, jadwal pemeriksaan disarankan dilakukan lebih sering.

Mata Bisa Memberi Petunjuk Masalah Kesehatan Lain

Pemeriksaan mata ternyata tidak sekadar berkaitan dengan ketajaman penglihatan. Dikutip dari Women's World, dokter mata Parres Wright menjelaskan bahwa kondisi pembuluh darah di retina mampu memberikan gambaran menyeluruh mengenai kesehatan tubuh.

"Tanda-tanda awal risiko stroke, diabetes tipe 2, dan hipertensi sering kali muncul pada mata sebelum gejala lainnya," ungkap dr. Parres.

Menurutnya, hal tersebut dapat terjadi karena posisi retina memungkinkan dokter untuk mengamati pembuluh darah secara langsung tanpa prosedur invasif.

Mata Kering Bisa Muncul dalam Bentuk yang Tidak Terduga

Meskipun dinamakan mata kering, kondisi ini tidak selalu membuat mata terasa kering secara harfiah.

Dokter spesialis mata Melissa Toyos menuturkan bahwa kondisi tersebut juga dapat ditandai dengan gejala mata berair, penglihatan yang berubah-ubah, sensitivitas terhadap cahaya, mata lelah, hingga memicu sakit kepala.

"Mata kering dapat menyebabkan penglihatan kabur atau berubah-ubah, sensitif terhadap cahaya, terutama cahaya fluoresen, mata lelah, atau sakit kepala," sebut dr. Melissa.

Kebiasaan harian yang mempercepat penguapan air mata juga perlu diwaspadai, seperti penggunaan komputer yang membuat intensitas berkedip berkurang hingga paparan hembusan udara dari kipas angin.

Jangan Takut Menggunakan Kacamata Baca

Sebagian orang kerap enggan memakai kacamata baca lantaran khawatir mata akan menjadi semakin tergantung pada lensa.

Dokter mata Ashley Deemer menjelaskan bahwa penurunan kemampuan melihat objek jarak dekat merupakan proses alami dari penuaan yang dikenal dengan istilah presbiopia. Dengan demikian, penggunaan kacamata baca tidak akan memperburuk kemampuan mata.

Makanan Juga Berperan dalam Menjaga Penglihatan

Asupan makanan harian turut memegang peranan penting dalam menopang kesehatan organ penglihatan.

Dr. Karen menyarankan konsumsi sayuran berdaun hijau seperti bayam yang kaya akan kandungan lutein dan zeaxanthin.

Sayuran berwarna cerah, kacang-kacangan, biji-bijian, serta ikan berlemak dapat menjadi bagian dari pola makan yang mendukung kesehatan mata.

"Selain itu, ikan berlemak seperti salmon dan sarden menyediakan asam lemak omega-3 yang membantu mengurangi peradangan dan mendukung produksi air mata," ujar Karen.

Kacamata Hitam sebagai Perlindungan dari Sinar UV

Kacamata hitam sering dianggap sekadar aksesori pelengkap saat cuaca terik, padahal perlindungan dari sinar ultraviolet (UV) dibutuhkan sepanjang tahun tanpa memandang kondisi cuaca.

"Paparan sinar UV mempercepat perkembangan katarak, AMD, dan kanker kulit pada kelopak mata," ujar Karen.

Ia menyarankan saat membeli kacamata hitam, pilihlah produk yang memiliki label "100 persen UV protection" atau "UV400".

Pencahayaan Rumah Turut Menentukan Kenyamanan Mata

Setelah menginjak usia 50 tahun, aktivitas harian sederhana seperti membaca membutuhkan kualitas pencahayaan yang lebih baik.

Dr. Parres menjelaskan bahwa pupil mata secara alami mengecil seiring bertambahnya usia, sehingga intensitas cahaya yang masuk ke dalam mata ikut berkurang.

Saat membaca atau melakukan aktivitas yang membutuhkan ketelitian tinggi, ia menyarankan agar sumber cahaya diletakkan di belakang tubuh dan tidak mengarah langsung dari depan.

Terkini