Indonesia Calonkan Diri ke DK PBB 2029-2030, Bawa Rekam Jejak Misi Perdamaian

Kamis, 17 September 2026 | 21:04:00 WIB

TRENENERGI.COMIndonesia resmi mencalonkan diri sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB periode 2029-2030. Pencalonan digarap lewat resepsi diplomatik di New York selama Sidang ke-81 Majelis Umum PBB, dengan modal pengalaman pasukan penjaga perdamaian dan diplomasi multilateral. Jika menang, posisi ini bisa memperkuat suara negara berkembang di forum keamanan paling berpengaruh dunia.

Kementerian Luar Negeri mengungkap strategi pencalonan Indonesia bukan sekadar mencari kursi. Juru Bicara Kemlu Yvonne Mewengkang menyebut Indonesia membawa rekam jejak kontribusi nyata di berbagai misi internasional.

Pengalaman itu mencakup peacekeeping, peacebuilding, dan kerja sama multilateral yang sudah berjalan bertahun-tahun. Menurut Yvonne, modal tersebut yang membedakan Indonesia dari kandidat lain.

Bukan Sekadar Mencari Kursi

Yvonne menegaskan posisi di DK PBB akan dipakai untuk mendorong solusi praktis, bukan sekadar hadir di meja perundingan. Indonesia ingin berperan sebagai bridge builder yang menjembatani perbedaan di antara anggota dewan.

"Dan di sini tentunya Indonesia ingin menjadi bridge builder, membangun common ground, menjaga dialog di dalam council itu, dan menjaga practical solutions. And we will bring the voice and priorities of the Global South," kata Yvonne di Kantor Kemlu, Kamis (17/9/2026).

Dia menyatakan Indonesia tidak hanya mewakili Global South, tetapi memastikan perspektif negara berkembang didengar saat duduk sebagai anggota tidak tetap.

Komitmen yang Dibawa ke New York

Sejumlah agenda konkret disiapkan Indonesia dalam kampanye ini. Yvonne menyebut Indonesia ingin mendorong DK PBB yang efektif dan responsif terhadap krisis global.

Fokus lain mencakup peacekeeping, preventive diplomacy, conflict prevention, dan perlindungan warga sipil. Semua itu dikemas sebagai komitmen praktis, bukan retorika politik semata.

"Jadi berbagai practical, it might sound like ini mungkin terlalu ambisius, but why not? And that's what Indonesia wants to bring, an effective, responsive security council," ujarnya.

Resepsi Diplomatik di Sela Sidang Majelis Umum

Pemerintah akan menggelar resepsi diplomatik di New York di sela Sidang ke-81 Majelis Umum PBB. Acara itu menjadi bagian dari kampanye pencalonan periode 2029-2030.

Langkah ini menempatkan Indonesia dalam persaingan memperebutkan kursi tidak tetap yang selalu ketat. Setiap kandidat wajib menggalang dukungan minimal dua pertiga suara anggota Majelis Umum.

Yvonne menutup dengan penegasan soal orientasi Indonesia. "Jadi, intinya Indonesia seeks to serve the security council, not simply to occupy a seat, tapi we want to make a contribution, a real and concrete contribution sebagai anggota tidak tetap DK PBB 2029-2030," tuturnya.

Bagi Indonesia, pencalonan ini menjadi kelanjutan tradisi keikutsertaan dalam misi perdamaian dunia. Posisi di DK PBB akan menentukan seberapa jauh suara negara berkembang diperhitungkan dalam keputusan keamanan global.

Terkini