CDIA Raih Laba US$19,3 Juta di Semester I 2026 Ditopang Infrastruktur

CDIA Raih Laba US$19,3 Juta di Semester I 2026 Ditopang Infrastruktur
PT Chandra Daya Investasi Tbk. (CDIA).

JAKARTA - PT Chandra Daya Investasi Tbk. (CDIA) menorehkan laba bersih senilai US$19,3 juta sepanjang paruh pertama 2026, didukung oleh penguatan pendapatan dan ekspansi lini bisnis infrastruktur di pelbagai sektor.

Corporate Secretary CDIA Merly menerangkan bahwa perseroan membukukan omzet sebesar US$82,1 juta pada semester I 2026, atau melonjak 22,8 persen secara tahunan.

Pada saat bersamaan, raihan EBITDA perseroan melompat 25,3 persen secara tahunan menyentuh level US$31,6 juta.

"Perseroan membukukan pendapatan sebesar US$82,1 juta, EBITDA sebesar US$31,6 juta, dan laba bersih sebesar US$19,3 juta, yang menegaskan ketangguhan platform infrastruktur kami yang terdiversifikasi di sektor energi, air, kepelabuhanan dan penyimpanan, serta logistik," ujar Merly dalam rilis resmi.

Merly menguraikan pendorong utama pertumbuhan penerimaan ini bersumber dari segmen logistik yang melejit 80,2 persen secara tahunan menjadi US$27 juta, seiring ekspansi armada logistik maritim maupun darat.

Di lain pihak, pundi-pundi dari sektor energi juga naik 5,4 persen secara tahunan menembus US$51,8 juta.

Seirama dengan kenaikan omzet, laba kotor perseroan menguat 2,8 persen secara tahunan menjadi US$19,6 juta, dengan marjin EBITDA yang membaik dari 37,7 persen ke posisi 38,5 persen.

Mengenai aspek neraca, CDIA sanggup merawat tingkat likuiditas yang solid lewat kepemilikan kas, setara kas, dan efek berharga senilai US$658,7 juta per akhir Juni 2026.

Akumulasi aset perseroan menggelembung 10,9 persen menjadi US$1,93 miliar, sedangkan rasio pinjaman terhadap kapitalisasi aman berada di angka 41 persen.

"Posisi likuiditas yang kuat ini memberikan fleksibilitas keuangan untuk mendukung pengembangan proyek-proyek strategis, sekaligus menjalankan investasi secara disiplin guna meningkatkan pendapatan berulang dan berbasis kontrak," kata Merly.

Sepanjang paruh awal 2026, CDIA turut menggaet peluang pertumbuhan lewat pengucuran dana investasi terukur.

Perseroan mengalokasikan US$90 juta guna mencaplok 40 persen porsi saham PT Armada Maritim Persada untuk memperluas jangkauan logistik tambang serta operasional pelabuhan.

CDIA turut menyuntikkan dana US$15,5 juta demi menguasai 49 persen saham di Petrosea Services Solutions Pte. Ltd.

Langkah ekspansif ini diproyeksikan sanggup memperluas jangkauan pelanggan, memperkaya variasi kargo, sekaligus mendatangkan dividen pada masa mendatang.

Pada pilar logistik, perseroan mengukir capaian baru lewat pelayaran dan pendaratan perdana kapal logistik bahan kimia Novah berkapasitas 9.000 DWT, guna memperkuat armada distribusi domestik maupun global.

Sementara di sektor kepelabuhanan, progres pembangunan tangki penyimpanan bitumen berkapasitas 12.000 meter kubik di Merak telah mencapai 75 persen dan dijadwalkan beroperasi pada kuartal III 2026.

Pada ranah energi, entitas anak CDIA yakni PT Chandra Waste Energy bersama mitra konsorsium ditunjuk menggarap studi kelayakan proyek waste-to-energy Danantara di Serang sebagai wujud pengembangan infrastruktur hijau.

Menatap periode berikutnya, CDIA fokus menuntaskan agenda proyek yang sedang berjalan, mengoptimalkan aset baru, dan memacu penerimaan dari pihak ketiga guna memperkuat platform infrastruktur terpadu.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index