JAKARTA - PT Chandra Daya Investasi Tbk. (CDIA) terus memacu penguatan sektor bisnis logistik pada paruh pertama 2026 melalui penambahan kapal baru serta rentetan akuisisi strategis.
Langkah ekspansif tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan dalam memperluas jangkauan platform infrastruktur sekaligus mendongkrak capaian pendapatan berulang.
Corporate Secretary CDIA Merly menuturkan salah satu pencapaian krusial pada semester I 2026 adalah pelayaran perdana (maiden voyage) dan pendaratan perdana (maiden berthing) kapal logistik cair kimia Novah berkapasitas 9.000 deadweight ton (DWT) hasil kolaborasi dengan Usuki Shipyard.
"Kapal ini memperkuat kapabilitas logistik maritim CDIA, meningkatkan keandalan layanan pada rute domestik dan internasional, serta mendukung pertumbuhan permintaan distribusi bahan kimia dan rantai pasok industri di kawasan," ujar Merly dalam keterangan resmi.
Bukan sekadar menambah unit kapal, CDIA juga melebarkan sayap usaha logistik lewat kucuran investasi bernilai besar.
Perseroan mengalokasikan dana US$90 juta untuk mengambil alih 40 persen kepemilikan saham di PT Armada Maritim Persada guna memperkokoh kehadiran CDIA pada lini logistik pertambangan dan pengelolaan pelabuhan.
Secara bersamaan, perseroan menggelontorkan US$15,5 juta demi mengamankan 49 persen porsi saham di Petrosea Services Solutions Pte. Ltd.
"Kami juga memperluas bisnis di luar angkutan konvensional bahan kimia dan gas melalui investasi strategis. Perseroan menginvestasikan US$ 90 juta untuk mengakuisisi 40% kepemilikan di PT Armada Maritim Persada," kata Merly.
Menurut penjelasannya, aksi korporasi pada Petrosea Services Solutions bakal memberikan akses pasar ke basis pelanggan yang lebih luas, diversifikasi kargo, serta potensi dividen masa depan untuk pertumbuhan jangka panjang.
Di luar pilar logistik, CDIA menorehkan perkembangan positif pada segmen kepelabuhanan dan penyimpanan melalui anak usahanya, PT SCG Barito Logistics.
Perseroan telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) bersama PT Krakatau Bandar Samudera untuk menjajaki pengembangan fasilitas penyimpanan ISO tank, dry-container storage, hingga layanan lift-on/lift-off di Krakatau International Port.
Sementara itu, proyek pembangunan tangki penyimpanan bitumen berkapasitas 12.000 meter kubik di Merak telah rampung 75 persen dan siap beroperasi pada kuartal III 2026.
Di tengah gempuran ekspansi, kinerja keuangan CDIA tetap mencatatkan statistik yang positif dengan perolehan omzet US$82,1 juta pada semester I 2026, atau melonjak 22,8 persen secara tahunan.
Nilai EBITDA ikut terkerek 25,3 persen menjadi US$31,6 juta, sedangkan raihan laba bersih sukses menembus angka US$19,3 juta.
Pertumbuhan omzet ini didominasi oleh segmen logistik yang melejit 80,2 persen menjadi US$27 juta, disusul segmen energi yang naik 5,4 persen menjadi US$51,8 juta.
Dari sisi profitabilitas, marjin EBITDA terangkat dari 37,7 persen ke level 38,5 persen yang menandakan besarnya kontribusi diversifikasi platform infrastruktur perseroan.
Posisi neraca keuangan CDIA juga sangat tangguh dengan kepemilikan kas, setara kas, dan surat berharga mencapai US$658,7 juta per akhir Juni 2026.
Total aset CDIA menggelembung 10,9 persen menjadi US$1,93 miliar, sementara rasio utang terhadap kapitalisasi tetap aman terjaga pada posisi 41 persen.
Ke depan, CDIA fokus menuntaskan berbagai proyek berjalan, mengoperasikan aset baru, memacu porsi pendapatan dari pihak ketiga, serta melakukan alokasi modal secara terukur.