JAKARTA - Zinedine Zidane akhirnya merealisasikan cita-cita lamanya untuk menduduki kursi pelatih kepala Timnas Perancis.
Otoritas tertinggi sepak bola Perancis secara resmi menunjuk legenda hidup Les Bleus tersebut guna mengisi posisi yang ditinggalkan Didier Deschamps dengan ikatan kerja selama empat tahun.
Juru taktik berusia 54 tahun tersebut dijadwalkan melakoni laga perdana kontra Turkiye di panggung UEFA Nations League sebelum menjamu Italia di Stade de France pada 2 Oktober mendatang.
Pasca berpisah dengan Real Madrid pada 2026, sosok yang mengantar Perancis juara dunia ini memang sengaja menepis tawaran klub demi menantikan peluang membesut skuad Garuda Biru.
"Tim Perancis adalah satu-satunya hal yang ingin saya lakukan," kata Zidane, dilansir dari Reuters, Rabu (29/7/2026).
"Saya selalu melihat tim ini melalui mata seorang manajer masa depan. Saya tidak mengambil pekerjaan di klub karena alasan itu. Satu-satunya hal yang ingin saya lakukan setelah Madrid adalah melatih tim nasional Perancis."
"Saya bisa saja mengambil peran tiga tahun karena Deschamps ada di sana."
"Dia mengambil keputusan itu pada Januari 2025, dan keesokan harinya saya tahu saya ingin menjadi orang berikutnya. Kami bertemu dengan presiden dan kesepakatan pun tercapai."
Langkah ini memperpanjang jejak kepemimpinan Deschamps yang telah 14 tahun mengarsiteki tim dengan sumbangan trofi Piala Dunia 2018 serta UEFA Nations League 2020-2021.
Eks maestro lini tengah yang mengantongi 108 penampilan internasional tersebut menegaskan kesiapannya menyuntikkan filosofi permainan menyerang ke dalam tim nasional.
"Anda akan segera melihat gaya saya," kata Zidane.
"Saya termotivasi oleh permainan ini. Saya dulu bermain sebagai pemain nomor 10, dan yang memotivasi saya adalah mencetak gol."
"Saya tinggal di Spanyol selama 25 tahun, Anda tahu apa artinya itu. Di lapangan, saya adalah seorang pemimpin. Sekarang saya menjadi pemimpin melalui pengalaman saya."
"Kemenangan di tahun '98 adalah hal terbaik yang pernah terjadi pada saya, menang bersama rekan-rekan setim saya. Saya menghabiskan empat atau lima tahun menunggu hari itu. Saya emosional; Anda tidak bisa melihatnya, tetapi saya sangat gembira."
"Saya senang," pungkas Zidane.
Portofolio Zidane di dunia manajerial terbilang sangat berkilau setelah sukses mempersembahkan tiga piala Liga Champions secara berturut-turut untuk Real Madrid.
Kini, ia resmi menyusul jejak rekan seperjuangannya di Piala Dunia 1998 guna memimpin babak baru perjalanan Perancis menuju panggung Piala Dunia 2030.