JAKARTA - Air susu ibu (ASI) merupakan asupan nutrisi terbaik bagi bayi baru lahir karena mengandung gizi lengkap untuk mendukung tumbuh kembang serta kekebalan tubuh.
Banyak ibu kerap merasa khawatir mengenai kecukupan asupan ASI bagi bayinya, terutama pada pekan-pekan awal usai persalinan.
Kementerian Kesehatan membagikan sejumlah indikator utama yang menunjukkan bahwa bayi telah memperoleh asupan ASI yang cukup.
Pertama, bayi baru lahir umumnya menyusu 8 sampai 12 kali sehari dengan posisi pelekatan yang benar dan tampak tenang usai kenyang.
Kedua, frekuensi buang air kecil (BAK) mencapai lebih dari enam kali sehari dengan warna urine jernih atau kuning pucat.
Ketiga, frekuensi buang air besar (BAB) lebih dari empat kali sehari dengan tekstur feses yang berubah menjadi kekuningan dan lembek setelah berusia 4-5 hari.
Indikator lainnya adalah rasa nyeri pada puting ibu yang hanya dialami pada awal masa menyusui dan membaik dalam waktu 5-7 hari.
Dari aspek berat badan, penurunan berat lahir bayi idealnya tidak melebihi 10 persen dan akan kembali ke berat awal dalam kurun 10-14 hari.
Memahami indikator-indikator tersebut dapat meningkatkan rasa percaya diri orang tua selama mendampingi proses tumbuh kembang dan menyusui.