Prabowo Targetkan Hilirisasi Bauksit Hasilkan US$16 Miliar pada 2030

Prabowo Targetkan Hilirisasi Bauksit Hasilkan US$16 Miliar pada 2030

TRENENERGI.COM — Presiden Prabowo Subianto menargetkan hilirisasi bauksit menjadi aluminium mampu menyumbang nilai ekonomi US$15-16 miliar pada 2030. Pemerintah mendorong pengolahan terintegrasi dari bauksit menjadi alumina hingga aluminium untuk menaikkan nilai tambah di dalam negeri.

Prabowo menyebut pemerintah sedang mendorong pengembangan industri pengolahan bauksit secara terintegrasi. Rantai produksinya dimulai dari bauksit menjadi alumina, lalu alumina diolah menjadi aluminium.

Nilai Tambah Bauksit Bisa 66 Kali Lipat

Menurut Prabowo, lonjakan nilai tambah dari pengolahan bauksit sangat besar. Ia mencontohkan pembangunan smelter aluminium di Indonesia yang mengubah bauksit menjadi alumina, kemudian alumina menjadi aluminium.

"Sebagai contoh, kalau kita bikin smelter aluminium di Indonesia, bauksit menjadi alumina, alumina menjadi aluminium, itu kenaikannya luar biasa ada yang 32 kali, ada yang 66 kali dan ini sedang kita kerjakan semua," ujar Prabowo.

Ia juga menyoroti nilai tambah dari pengolahan bauksit menjadi aluminium untuk bahan bangunan. Menurut hitungan pemerintah, nilainya mencapai 36,9 hingga 40 kali dibandingkan kondisi saat ini.

"Bauksit menjadi aluminium, building material 36,9 kali, 40 kali nilai tambah yang sekarang enggak ada di Indonesia! This is our strategy, ini tujuan kita," kata Prabowo.

Butuh Investasi US$26 Miliar dan 229 Ribu Lapangan Kerja

Untuk merealisasikan potensi tersebut, pemerintah memperkirakan kebutuhan investasi mencapai US$26 miliar. Prabowo menyebut investasi sebesar itu akan membuka 229.000 lapangan kerja baru.

Modal besar Indonesia terletak pada cadangan bauksit nasional yang berada di posisi keenam terbesar di dunia. Posisi itu menjadi pijakan pemerintah membangun industri pengolahan yang selama ini belum ada di dalam negeri.

Hilirisasi bauksit menjadi bagian dari strategi pemerintah meningkatkan nilai tambah komoditas tambang di dalam negeri. Selama ini sebagian besar bauksit dijual dalam bentuk mentah sehingga nilai ekonominya jauh lebih kecil dibandingkan produk olahan.

Jika target 2030 tercapai, pengolahan bauksit menjadi aluminium berpotensi mengubah struktur ekspor Indonesia dari bahan mentah ke produk bernilai tinggi. Dampaknya dirasakan langsung oleh industri manufaktur dan penyerapan tenaga kerja di daerah tambang.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index