Menaker Sebut Dialog Sosial Kunci Penyelesaian Isu Ketenagakerjaan

Rabu, 29 Juli 2026 | 17:20:31 WIB
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) RI, Yassierli. [Foto: ANTARA/HO-Kementerian Ketenagakerjaan]

JAKARTA - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menilai bahwa dialog sosial menjadi instrumen utama dalam merampungkan bermacam isu ketenagakerjaan di tengah dinamika dunia kerja yang kian berkembang.

Menurut penjelasannya, komunikasi yang konstruktif antara pihak pemerintah, pelaku usaha, serta serikat pekerja/buruh merupakan fondasi penting untuk melahirkan kebijakan yang adil bagi seluruh pemangku kepentingan.

"Dalam menghadapi berbagai tantangan tersebut, dialog sosial yang konstruktif menjadi kunci agar setiap persoalan dapat diselesaikan melalui komunikasi, saling menghormati, dan pencarian solusi yang seimbang bagi seluruh pihak," ujar Yassierli dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (29/7/2026).

Lebih jauh, Menaker memaparkan bahwa semangat kemitraan tripartit yang sejajar telah menghasilkan beragam rekomendasi kebijakan strategis lewat LKS Tripartit Nasional rentang 2023-2026.

Sepanjang kurun waktu tersebut, LKS Tripnas telah menggelar 41 rapat badan pekerja serta 20 sidang pleno yang difungsikan sebagai wadah untuk membahas bermacam isu strategis ketenagakerjaan.

"LKS Tripartit Nasional telah menjadi ruang yang produktif bagi kami untuk saling bertukar pandangan dan mencari solusi bersama atas dinamika ketenagakerjaan Indonesia. Semoga nilai-nilai kolaborasi, musyawarah, dan semangat gotong royong tripartit ini terus terjaga," kata dia.

Menaker Yassierli menerangkan bahwa sekumpulan rekomendasi hasil dari LKS Tripnas meliputi langkah pencegahan pemutusan hubungan kerja (PHK) secara massal, penguatan fungsi pengawasan ketenagakerjaan, penataan aturan tenaga kerja bongkar muat (TKBM), hingga peninjauan Permenaker Nomor 7 Tahun 2026 mengenai Pekerjaan Alih Daya (Outsourcing).

Di samping itu, LKS Tripnas turut mendorong penyelarasan regulasi ketenagakerjaan setelah dibacakannya putusan Mahkamah Konstitusi, penerapan skema pengupahan berdasar produktivitas, pemantapan gerakan produktivitas nasional, peningkatan keahlian pekerja, serta sertifikasi ahli produktivitas.

"Mari kami jaga dan terus perkuat nilai-nilai kolaborasi, musyawarah, dan semangat gotong royong tripartit yang telah kami bangun bersama," ujar Menaker Yassierli yang juga menjabat sebagai Ketua LKS Tripnas periode 2023-2026.

Senada dengan hal itu, Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (PHI dan Jamsos) Kemnaker Indah Anggoro Putri menyebutkan bahwa torehan LKS Tripnas sepanjang masa kerja 2023-2026 membuktikan efektivitas kemitraan tripartit dalam menciptakan hubungan industrial yang kondusif.

"Capaian tersebut merupakan hasil kerja kolaboratif ketiga unsur tripartit yang mencerminkan semangat musyawarah mufakat dan kemitraan yang setara," ujar Indah selaku Wakil Ketua LKS Tripnas periode 2023-2026 dari unsur pemerintah.

Terkini