Maserati Gandeng Huawei dan JAC: Strategi Selamatkan Merek di Era Listrik

Kamis, 17 September 2026 | 20:24:00 WIB

TRENENERGI.COM — Kerja sama Maserati dengan Huawei dan JAC Motors mengungkap satu hal yang jarang diakui merek mewah Eropa: teknologi listrik China kini jadi penyelamat. Dua model listrik baru sedang disiapkan, SUV menengah-besar dan GT besar, dengan produksi bodi di Hefei dan perakitan akhir di Italia. Langkah ini muncul saat pengiriman global Maserati 2025 anjlok di bawah 8.000 unit, turun sekitar 80% dari puncak 2017.

Keputusan tersebut diambil ketika kondisi keuangan Maserati sedang tidak sehat. Sepanjang 2025, pengiriman globalnya tercatat di bawah 8.000 unit. Angka itu sekitar 80% lebih rendah dibandingkan pencapaian terbaik pada 2017.

Maserati juga membukukan kerugian operasional yang disesuaikan sebesar 198 juta euro. Stellantis sebagai induk usaha menyatakan merek ini butuh mitra industri agar masa depannya tetap terjaga tanpa harus dijual.

Dua Model Listrik: SUV dan GT Besar

Kolaborasi ini akan menghasilkan dua kendaraan listrik. Pertama, SUV listrik berukuran menengah-besar yang posisinya melengkapi Grecale Folgore.

Kedua, GT listrik berukuran besar yang disiapkan memperkuat identitas Maserati sebagai pembuat mobil sport mewah. Model ini melanjutkan kiprah GranTurismo Folgore di segmen yang sama.

Maserati disebut tengah mempertimbangkan GT listrik sebagai produk pertama yang keluar dari kerja sama ini. Informasi tersebut mengutip laporan Future Cars Daily.

Pembagian Peran: Huawei di Teknologi, JAC di Produksi

Huawei memasok sejumlah teknologi inti untuk kendaraan ini. Cakupannya meliputi kokpit pintar, sistem berkendara otonom Qiankun ADS, dan teknologi penggerak listrik.

JAC Motors menangani rekayasa dan produksi lewat fasilitas Maextro di Hefei, China. Sementara Maserati tetap memegang desain, identitas merek, dan jaringan penjualan global.

Untuk pasar China, mobil ini akan dijual memakai merek Maextro. Di pasar internasional, kendaraan tetap membawa logo Maserati.

Skema SKD: Bodi dari Hefei, Finishing di Italia

Maserati menyiapkan skema Semi Knocked Down (SKD) untuk produksi. Bodi kendaraan dibuat di fasilitas JAC di Hefei dalam kondisi belum dicat, lalu dikirim ke Italia.

Proses akhir dikerjakan di Italia, termasuk pemasangan interior dan penyetelan sasis. Cara ini membuat Maserati tetap bisa mengklaim sentuhan produksi Italia sambil memanfaatkan kapasitas manufaktur China.

Pasar awal yang dibidik mencakup Timur Tengah, Italia, Prancis, dan Jerman. Skema ini juga diharapkan membantu menghidupkan kembali fasilitas Maserati di Cassino dan Modena.

Yang Perlu Diperhatikan

  • Belum ada informasi soal harga, tanggal peluncuran, atau spesifikasi baterai kedua model.
  • Pasar Indonesia belum disebut sebagai target awal, jadi belum jelas kapan model ini masuk resmi.
  • Rebadging Maextro di China berisiko mengaburkan persepsi merek mewah Maserati di mata konsumen lokal.
  • Ketergantungan pada teknologi Huawei bisa jadi kendala di pasar yang membatasi perangkat China.

Bagi pembeli di segmen mewah, keputusan Maserati ini menandai pergeseran yang lebih luas. Merek Eropa yang dulu mengandalkan rekayasa internal kini membuka pintu bagi pemasok teknologi China.

Yang belum terjawab: apakah konsumen Maserati di Eropa dan Timur Tengah menerima mobil yang bodinya dibuat di Hefei. Reputasi "Made in Italy" selama ini jadi bagian dari harga premium yang mereka bayar.

Terkini