BPOM Selidiki Skin Booster dari Kulit Mayat yang Viral di Korea

BPOM Selidiki Skin Booster dari Kulit Mayat yang Viral di Korea

TRENENERGI.COM — Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) bergerak cepat menanggapi kabar viral soal produk skin booster yang disebut berbahan kulit mayat dari Korea. Kepala BPOM Taruna Ikrar menyatakan tim dari Kedeputian 1 dan 4 langsung diterjunkan untuk menyelidiki produk tersebut.

Kepala BPOM Taruna Ikrar mengatakan pihaknya tidak menunggu lama. Tim dari Kedeputian 1 dan 4 langsung diterjunkan untuk menelusuri produk tersebut.

Apa Itu Skin Booster yang Ramai Dibicarakan

Skin booster adalah istilah yang dipakai untuk produk perawatan kulit yang diklaim mampu memperbaiki tekstur dan kelembapan wajah. Produk semacam ini biasanya dipakai lewat suntikan atau prosedur tertentu di klinik kecantikan.

Kabar soal bahan baku dari kulit mayat membuat produk ini jadi perhatian publik. Informasi itu menyebar luas lewat video dan unggahan di media sosial.

Langkah BPOM Menelusuri Produk

Taruna Ikrar memastikan investigasi dilakukan untuk memastikan kebenaran informasi yang beredar. BPOM melibatkan dua kedeputian sekaligus dalam penelusuran ini.

"Kepala BPOM Taruna Ikrar mengatakan pihaknya langsung menerjunkan tim dari Kedeputian 1 dan 4 untuk melakukan investigasi produk tersebut," demikian pernyataan yang disampaikan soal langkah lembaga itu.

Hingga kini belum ada keterangan resmi soal hasil investigasi maupun status keamanan produk yang dimaksud.

Respons Publik dan Pengguna Media Sosial

Kabar ini memicu kekhawatiran di kalangan pengguna produk kecantikan. Banyak yang menunggu penjelasan resmi soal asal-usul bahan baku skin booster yang disebut-sebut dari Korea itu.

BPOM belum merinci apakah produk tersebut beredar di Indonesia atau hanya dijual di luar negeri. Publik diminta menunggu hasil penelusuran tim yang sedang bekerja.

Kasus ini menjadi pengingat soal pentingnya memeriksa izin edar dan keamanan produk perawatan kulit sebelum digunakan. BPOM masih mendalami temuan awal sebelum mengambil kesimpulan lebih jauh.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index