Laba Bersih GOTO Tembus Rp252 Miliar pada Kuartal II 2026 Naik Pesat

Laba Bersih GOTO Tembus Rp252 Miliar pada Kuartal II 2026 Naik Pesat
Ilustrasi Warga Menggunakan Aplikasi Tokopedia.

JAKARTA - PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) membukukan rapor keuangan yang solid dengan mengamankan laba bersih selama dua kuartal berturut-turut pada 2026.

Direktur Utama Grup GoTo Hans Patuwo memaparkan perseroan sukses meraup laba bersih sebesar Rp252 miliar pada kuartal II 2026, menanjak dibanding raihan laba bersih Rp171 miliar pada kuartal I 2026 berkat ekspansi bisnis dan efisiensi operasional.

Pencapaian ini disokong lonjakan gross transaction value (GTV) inti yang melesat 83 persen secara tahunan menjadi Rp164 triliun, sementara omzet bersih terangkat 31 persen secara tahunan menyentuh Rp5,7 triliun.

Di saat bersamaan, EBITDA Grup yang disesuaikan melonjak 137 persen secara tahunan hingga menembus Rp1 triliun, didukung kenaikan jumlah annual transacting users (ATU) sebesar 19 persen menjadi 71 juta pengguna.

"Kami mencetak laba bersih selama dua kuartal berturut-turut, dengan EBITDA Grup yang disesuaikan meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya, melampaui angka Rp1 triliun untuk pertama kalinya," ujarnya.

Hans menambahkan, lini bisnis finansial atau fintech turut memamerkan performa gemilang hingga tingkat profitabilitasnya berhasil melampaui lini On-demand Services untuk pertama kali.

Sektor Fintech melalui GoPay menjadi kontributor paling mencolok dengan EBITDA yang disesuaikan melompat 447 persen secara tahunan menjadi Rp481 miliar, serta pendapatan bersih melesat 53 persen menjadi lebih dari Rp2 triliun.

Sementara itu, catatan monthly transacting users (MTU) GoPay menyentuh 28,8 juta pengguna atau naik 29 persen, diiringi peningkatan volume transaksi sebesar 91 persen menjadi 2,4 miliar transaksi.

GTV inti segmen fintech pun ikut melesat 91 persen secara tahunan menjadi Rp157 triliun, menegaskan kian dominannya adopsi ekosistem pembayaran digital milik GoTo.

Di sisi lain, pilar On-demand Services (ODS) seperti Gojek tetap mengukir kinerja kokoh di tengah persiapan adaptasi regulasi baru terkait batas komisi moda transportasi roda dua.

EBITDA yang disesuaikan pada pilar ini naik 41 persen secara tahunan menjadi Rp464 miliar, disokong oleh torehan pendapatan bersih mencapai Rp3,6 triliun.

Perseroan mengutarakan total pesanan yang selesai menguat 3 persen secara tahunan dan naik 8 persen secara kuartalan.

GOTO juga sukses mengerek margin pada layanan Delivery menjadi 2,1 persen dari 1,8 persen, serta margin Mobility yang terangkat menjadi 5,0 persen dari posisi 3,0 persen di periode setahun sebelumnya.

Imbas tren positif tersebut, manajemen GOTO merevisi naik target EBITDA bisnis Fintech menjadi Rp1,7 triliun hingga Rp1,8 triliun dari proyeksi awal Rp1,4 triliun hingga Rp1,5 triliun.

Sebaliknya, estimasi EBITDA On-demand Services penyesuaiannya diturunkan menjadi Rp1,4 triliun hingga Rp1,5 triliun akibat penyesuaian komisi GoRide menjadi 8 persen.

Selain membenahi kinerja fundamental, GOTO berencana menarik dan membatalkan lebih dari 32 miliar saham tresuri atau setara 2,7 persen dari modal disetor setelah mengantongi persetujuan RUPSLB.

Langkah strategis ini diyakini mampu memberi nilai tambah bagi para pemegang saham melalui pengurangan total lembar saham yang beredar di pasar.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index