JAKARTA - Penyerang anyar Persib Bandung, Balsa Sekulic, mengukir gol pertamanya di Piala Presiden 2026 saat menghadapi DPMM FC.
Hasil pertandingan antara DPMM FC dan Persib Bandung berkesudahan dengan skor 0-1 untuk kemenangan skuad Maung Bandung di Stadion Si Jalak Harupat.
Balsa Sekulic yang masuk sebagai pemain pengganti pada menit ke-63 berhasil memecah kebuntuan sepuluh menit berselang melalui sambaran bola muntah usai sepakan penaltinya sempat ditepis kiper lawan.
Kemenangan ini memastikan langkah Persib melaju ke babak berikutnya, sekaligus mematahkan perlawanan sengit yang ditunjukkan tim tamu sejak awal laga.
"Walau penaltinya tidak terlalu bagus, tetapi yang paling penting adalah saya mencetak gol dan tim memenangkan pertandingan. Gol ya tetap gol," kata Sekulic.
"Saya sangat senang karena saya katakan sebelumnya bahwa saya harus mencetak gol dan melakukannya," ujar top skor Liga Montenegro musim lalu ini.
Momen penalti Persib diwarnai aksi muslihat ketika Adam Alis sempat memegang bola dan memancing gangguan pemain lawan sebelum menyerahkan eksekusi kepada Sekulic.
Pemain asal Montenegro tersebut tidak menyia-nyiakan peluang walau tendangan pertamanya sempat dibaca kiper sebelum langsung ia sarangkan kembali ke dalam jaring.
"Dia (Adam) tadinya hanya bicara, 'Saya yang ambil', tapi dua menit kemudian dia bilang, 'Kamu saja yang ambil'. Saya tidak tahu kenapa. Dia orang yang lucu," kata Sekulic.
Usai mencatatkan nama di papan skor, bomber berusia 28 tahun itu melakukan selebrasi unik dengan mengacungkan jari telunjuk dan kelingking ke arah tribun penonton.
Sekulic menjelaskan bahwa gerakan tangan tersebut merupakan simbol penghormatan terhadap bendera tanah airnya, Montenegro, yang secara kebetulan mirip dengan simbol yang kerap ditunjukkan Bobotoh.
"Ya, pertandingan terakhir ada semacam, ikutilah (simbol jari Bobotoh) saya benar-benar tidak mengetahui (maknanya) tentang dua jari yang saya tunjukkan pada pertandingan terakhir," tuturnya.
"Saya melakukannya karena saya melihat bendera Montenegro seperti ini, seperti semacam bentuk penghormatan di negara saya ketika kami melihat bendera, kami melakukannya seperti itu," papar Sekulic.
"Tapi untuk sekarang, saya melakukannya dengan tangan terbuka. Saya sudah belajar sekarang. Tidak ada yang memberi tahu saya tentang hal itu," ujarnya.