Pertamina NRE Olah 300 Ton Sampah Bandung Jadi Bahan Bakar Alternatif

Pertamina NRE Olah 300 Ton Sampah Bandung Jadi Bahan Bakar Alternatif

TRENENERGI.COMPertamina NRE menandatangani nota kesepahaman pengembangan proyek percontohan pengelolaan sampah terdesentralisasi di Kota Bandung, Senin (14/9), dengan target mengolah 300 ton sampah perkotaan per hari. Fasilitas ini dirancang memproduksi Solid Recovered Fuel (SRF) sebagai bahan bakar alternatif pengganti sebagian fosil. Proyek ini menjadi uji coba bagaimana sampah kota bisa masuk rantai pasok energi, bukan sekadar berakhir di tempat pembuangan akhir.

Penandatanganan MoU berlangsung di Kantor Danantara, Jakarta, dan melibatkan PT Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) sebagai penggerak utama. Proyek percontohan Decentralized Waste Management (DWM) ini menyasar sampah perkotaan (municipal solid waste/MSW) sebagai bahan baku, dengan Kota Bandung, Jawa Barat, sebagai lokasi uji coba.

Direktur Proyek & Operasi Pertamina NRE Norman Ginting menyebut sampah selama ini hanya dipandang sebagai beban yang harus dibuang. Lewat proyek ini, ia ingin mendorong perubahan cara pandang itu.

"Sampah tidak seharusnya hanya dipandang sebagai sesuatu yang harus dibuang, tetapi sebagai sumber daya yang masih memiliki nilai. Melalui proyek ini, kita ingin mendorong transformasi dari waste menjadi resource, dan selanjutnya dari waste menjadi value," ujar Norman dalam keterangannya, Rabu (16/9/2026).

Bagaimana Sampah 300 Ton Sehari Diolah

Dalam konsep awal, fasilitas DWM dirancang menampung sekitar 300 ton sampah perkotaan per hari. Sampah itu melewati rangkaian pemilahan mekanis dan pemulihan material, bukan dibakar begitu saja.

Tahapannya mencakup pembukaan kantong sampah (bag opening), penyaringan (screening), pemisahan magnetik (magnetic separation), pemisahan balistik (ballistic separation), hingga pemisahan arus eddy (eddy current separation). Rangkaian ini memisahkan material bernilai daur ulang, fraksi organik atau fines, dan fraksi mudah terbakar (combustible) untuk diproses lebih lanjut.

Dari Sampah ke Solid Recovered Fuel

Fraksi combustible tidak langsung dibuang. Norman menjelaskan material ini melewati proses pencacahan, pengeringan, pencampuran, dan pengendalian kualitas agar menghasilkan Solid Recovered Fuel (SRF) dengan karakteristik lebih konsisten.

SRF inilah yang berpotensi menggantikan sebagian bahan bakar fosil. Dua jalur pemanfaatannya adalah co-firing di pembangkit listrik dan pasokan energi untuk kebutuhan industri.

Mengapa Proyek Ini Penting untuk Bandung

Bandung termasuk kota dengan volume sampah harian yang besar dan tekanan tinggi pada kapasitas tempat pembuangan akhir. Skema DWM menawarkan pendekatan terdesentralisasi, di mana pengolahan dilakukan lebih dekat ke sumber sampah alih-alih menumpuk di satu TPA.

Bagi Pertamina NRE, proyek ini memperluas portofolio energi terbarukan di luar pembangkit listrik dan bahan bakar nabati. Ekonomi sirkular menjadi kerangka kerjanya: sampah dipandang sebagai sumber daya yang punya nilai ekonomi, sekaligus mengurangi beban lingkungan.

Keberhasilan uji coba di Bandung akan menentukan apakah model ini bisa direplikasi ke kota lain. Jika fasilitas berkapasitas 300 ton per hari itu terbukti berjalan, DWM berpotensi menjadi salah satu jalur pemanfaatan sampah kota sebagai sumber energi di Indonesia.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index